Mojosari (Kemenag) — Tahun 2026 dibuka dengan ikhtiar mulia dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mojosari melalui pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Calon Pengantin, Selasa (6 Januari 2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyiapkan generasi keluarga baru yang kokoh, berdaya, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Bertempat di KUA Mojosari, Bimwin mengangkat fokus pemenuhan kebutuhan keluarga berdasarkan pondasi keluarga sakinah, sebagai bekal strategis bagi calon pengantin sebelum memasuki bahtera rumah tangga. Para peserta dibimbing untuk memahami secara utuh peran suami-istri, tanggung jawab ekonomi keluarga, pengelolaan keuangan, serta penguatan nilai spiritual dan komunikasi harmonis dalam kehidupan keluarga.

Sebagai penguatan inovasi layanan keagamaan, KUA Mojosari menghadirkan ABThree Mojo ( abthreemojo.com ), media penyuluhan berbasis Android yang dirancang untuk menjawab tantangan keluarga di era digital. Melalui media ini, materi Bimwin disajikan secara sistematis, interaktif, dan aplikatif sehingga calon pengantin dapat mengakses pembelajaran kapan saja dan di mana saja.

Kepala KUA Mojosari menyampaikan bahwa Bimwin di awal tahun ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan investasi peradaban. “Keluarga adalah unit terkecil pembangunan bangsa. Ketika pondasinya kuat, maka lahirlah keluarga yang maslahat dan berdampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan, integrasi ABThree Mojo dalam Bimwin menjadi bentuk komitmen KUA Mojosari dalam melakukan transformasi layanan berbasis digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal. Media ini juga menjadi sarana pendampingan berkelanjutan bagi pasangan setelah menikah.

Para calon pengantin menyambut positif pelaksanaan Bimwin ini. Mereka menilai materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan nyata kehidupan rumah tangga, khususnya dalam menyelaraskan aspek ekonomi, spiritual, dan emosional secara seimbang.

Melalui Bimwin Calon Pengantin awal tahun 2026 ini, KUA Mojosari berharap lahir keluarga-keluarga baru yang tidak hanya harmonis secara internal, tetapi juga mampu menjadi agen kemaslahatan sosial, penopang ketahanan keluarga nasional, serta fondasi kuat menuju Indonesia yang rukun, berdaya, dan berkeadaban.

@kemenagkabmojokerto
@kuamojosari
@agenperubahan
@abthreemojo.com